Temannya mengejek, “Menggelikan! Bagaimana aku bisa jadi orang terpandang dan kaya?”
Yang pertama menjawab, “Ya, aku dapat melihatnya. Itu tertulis di dahimu.”
Yang kedua menjawab, Baiklah, kalau aku jadi terpandang dan kaya, akan kuberi kamu uang seratus juta rupiah.”
Laki-laki muda itu menyimpan pernyataan
yang telah ditulis oleh sahabatnya, tetapi tidak pernah menganggapnya
serius, karena pernyataan itu dianggapnya sebagai gurauan.
Kemudian setelah 10 atau 12 tahun berlalu
teman yang satu benar-benar jadi kaya dan terpandang, sedangkan
sahabatnya sebaliknya, dia sangat miskin. Namun saat itu hubungan kedua
sahabat itu menjadi renggang dan mereka menjalani hidup mereka
masing-masing. Walau demikian, teman yang miskin ini terus menyimpan
catatan tadi, dia sadar itu hanya gurauan, dan yakin dia tidak akan
pernah menerima uangnya.
Sayang, pria yang miskin ini sakit keras,
sebelum dia meninggal, dia memanggil anaknya, yang baru berumur tujuh
tahun, dan berkata padanya, “Anakku, tolong ambilkan kotak yang ada di
dekat jendela itu. Didalamnya ada sesuatu yang sangat berharga, yang
telah aku simpan untukmu.”
Anaknya demikian sedih karena ayahnya
mendekati ajal dan dia tidak mau meninggalkan ayahnya untuk mengambil
kotak itu, karena menurutnya tidak ada yang lebih berharga daripada
hidup ayahnya. Tetapi ayahnya terus memaksa, maka anaknya bangkit dan
mengambil kotak itu. Kemudian ayahnya berkata, “Setelah aku mati…” dan
segera saja anak laki-laki dan ibunya mulai menangis. Tetapi ayahnya
melanjutkan, “Setelah aku mati, temuilah orang ini dan tunjukkan apa
yang telah dia tulis.” IIbu dan anak itu melihat kertas itu dan terkejut
mengetahui bahwa orang kaya itu telah berjanji memberikan uang seratus
juta rupiah. Namun saat itu yang mereka pikirkan hanyalah orang yang
mereka cintai, yang sebentar lagi akan meninggalkan mereka.
Tetapi setelah tiga atau empat minggu
sejak kematiannya, anak laki-lakinya membawa catatan itu kepada orang
kaya, sahabat ayahnya. Orang kaya itu punya banyak pelayan, pada awalnya
mereka tidak mengizinkan anak itu mengganggu majikan mereka, namun
akhirnya, ketika melihat bahwa dia hanyalah seorang anak kecil yang
lugu, mereka mengizinkannya masuk.
Anak laki-laki itu berkata “Saya tidak
tahu. Sebelum meninggal, ayah menyuruhku memberikannya kepada tuan.”
kata anak itu hampir menangis, orang kaya itu memanggil salah seorang
sekretarisnya dan menjelaskan, “Aku pernah berjanji pada ayah anak ini
beberapa tahun yang lalu bahwa aku akan memberinya uang seratus juta
rupiah kalau aku jadi kaya dan terpandang. Aku telah menjadi kaya selama
tujuh tahun, coba hitung bunga yang harus kuberikan padanya sebagai
tambahan uang seratus juta itu.”Sekretaris itu menyatakan, Tambahannya
tujuh puluh juta tuan, sehingga jumlah seluruhnya menjadi seratus
tujuhpuluh juta rupiah.”
Segera orang kaya itu mengeluarkan uang
seratus tujuhpuluh juta rupiah dan menyerahkannya kepada anak kecil itu
sambil berpesan, “Bawa ini langsung ke ibumu. Jangan mampir
kemana-mana.” Kemudian diam-diam dia menyuruh seorang pelayannya
mengikuti dari jauh, untuk memastikan agar anak itu aman sampai ke
rumah. Inilah cara seorang yang tulus menepati janjinya.
Suport by : http://www.iampromise.win/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar