"Selamat, Maria!" seru Guntur, susah payah mendekati gadis itu. "Mainmu bagus sekali! Benar
nggak sih kakimu dari kayu?". "Dia cewek pilihan Tuhan!" bentak Rena
kepada Guntur. "Kamu jangan kurang ajar!". "Satemu kutambah dua porsi
lagi kalau kamu berhasil mengajak dia, Ren!". "Huu, sate sih apaan!
Kalau Maria yang kamu mau, upahnya mesti bistik ayam!". "Bistik gajah
pun boleh, Ren! Kamu tinggal pilih aja di Bonbin Ragunan, mau yang mana!
Besok binatang itu udah jadi bistik di piringmu!". "Mendingan kamu
lekas-lekas menggelinding pergi, Tur! Teman-temanku sudah siap
mengeroyokmu!". "Masa ngajak dia pergi aja nggak boleh? Ini sekolah apa
biara?". "Surat kelakuan baikmu meragukan!". "Kalau begitu kamu yang
harus kasih aku rekomendasi, Ren!". "Wah, aku sendiri tidak percaya kok
sama kamu!". "Jadi aku mesti berusaha sendiri nih? Oke, Neng! Lihat saja
nanti!". Dan Guntur benar-benar melaksanakan ancamannya. Dikejarnya
Maria ke mana pun dia pergi, di mana pun dia bersembunyi. Bahkan ketika
gadis kuper yang misterius itu terkapar di rumah sakit, Guntur masih
sanggup menggunakan akal bulusnya untuk melarikan Maria! Namun janji tak
dapat diingkari... Di ujung tragedi yang membalikkan kehidupan remaja
mereka yang memerah jambu, akhirnya Maria menemukan dirinya sendiri...
source : http://www.goodreads.com/book/show/3076919-merpati-tak-pernah-ingkar-janji
Suport by : http://www.iampromise.win/
source : http://www.goodreads.com/book/show/3076919-merpati-tak-pernah-ingkar-janji
Suport by : http://www.iampromise.win/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar