Halaman

Minggu, 07 Agustus 2016

Rembulan dan Sebuah Janji

Semua berawal dari sebuah novel setebal 426 halaman karya Tere Liye yang berjudul Rembulan Tenggelam Di Wajahmu. Dari judulnya sudah membuat banyak orang bertanya-tanya akan membahas apakah novel ini.
Dari awal, novel ini hanya membahas tentang seorang pemuda bernama Ray yang selalu senang ketika memandang rembulan. Hingga separuh novel, aku belum mengerti apa yang sebenarnya yang ingin disampaikan penulis selain tentang sebuah perjalanan menuju masa lalu, sebab-akibat, dan tentang lima pertanyaan lima jawaban.
Dan pada akhirnya ketika lima pertanyaan sudah mendapatkan lima jawabannya masing-masing, diakhir novel hanya menyisakan dua lembar saja rasa penasaran tentang judul novel itupun terjawab.
"Kau benar Ray. Ada satu janji Tuhan. Janji Tuhan yang sungguh hebat, yang nilainya beribu kali tak terhingga dibandingkan menatap rembulan ciptaanNya. Tahukah kau? Itulah janji menatap wajahNya. Menatap wajah Tuhan. Tanpa tabir, tanpa pembatas.... Saat itu terjadi maka sungguh seluruh rembulan di semesta alam tenggelam tiada artinya. Sungguh seluruh pesona dunia akan layu. Percayalah selalu atas janji itu, Ray, maka hidup kita setiap hari akan terasa indah...." Orang dengan wajah menyenangkan itu menyentuh lembut bahu pasien di hadapannya.
Itulah kutipan dari novel karya Tere Liye yang telah membuatku menyadari bahwa selama ini aku, dan mungkin kau juga telah melupakan janji Tuhan tersebut. Janji Tuhan yang hanya bisa diberikan oleh orang-orang tertentu saja. Hanya orang-orang tertentu saja juga yang mungkin masih mengingat, menyadari, dan berusaha menggapai janji tersebut.
Sesungguhnya selama ini mungkin kita hanya menyadari tentang salah satu tujuan kita hidup di dunia, yaitu untuk menggapai surgaNya. Dengan janji Tuhan untuk memberikan semua kenikmatan surgaNya, tentang bidadari-bidadari surga, makanan yang ada di surga, dan juga tentang sungai-sungai yang mengalir di surga. Kita sudah terlena tentang sebuah surga hingga kita melupakan sebuah janji Tuhan yang sungguh besar, janji yang teramat besar. Janji yang diberikan kepada semua umat manusia untuk menatap wajahNya.
Kita sudah melupakannya, sadar atau tidak itulah kenyataannya. Wajah-wajah dunia, seluruh pesona dunia telah menipu kita, telah menenggelamkan kita atas semua janji palsu yang diberikan oleh dunia. Mulai dari orang-orangnya dan juga alamnya. Orang tercantik, tertampan, dan juga alam terindah dibumipun telah membuat kita lupa. Lupa pada tujuan hidup yang sebenarnya.
Semoga saja kita termasuk orang-orang yang berkesempatan untuk menatap wajahNya, menerima janjiNya, yang seketika seluruh pesona dunia akan takluk ketika menatap wajahNya. Menatap wajah Tuhan.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar