Semua berawal dari sebuah novel setebal 426 halaman karya Tere Liye yang
berjudul Rembulan Tenggelam Di Wajahmu. Dari judulnya sudah membuat
banyak orang bertanya-tanya akan membahas apakah novel ini.
Dari awal, novel ini hanya membahas tentang seorang pemuda bernama Ray
yang selalu senang ketika memandang rembulan. Hingga separuh novel, aku
belum mengerti apa yang sebenarnya yang ingin disampaikan penulis selain
tentang sebuah perjalanan menuju masa lalu, sebab-akibat, dan tentang
lima pertanyaan lima jawaban.
Dan pada akhirnya ketika lima pertanyaan sudah mendapatkan lima
jawabannya masing-masing, diakhir novel hanya menyisakan dua lembar saja
rasa penasaran tentang judul novel itupun terjawab.
"Kau benar Ray. Ada satu janji Tuhan. Janji Tuhan yang sungguh hebat,
yang nilainya beribu kali tak terhingga dibandingkan menatap rembulan
ciptaanNya. Tahukah kau? Itulah janji menatap wajahNya. Menatap wajah
Tuhan. Tanpa tabir, tanpa pembatas.... Saat itu terjadi maka sungguh
seluruh rembulan di semesta alam tenggelam tiada artinya. Sungguh
seluruh pesona dunia akan layu. Percayalah selalu atas janji itu, Ray,
maka hidup kita setiap hari akan terasa indah...." Orang dengan wajah menyenangkan itu menyentuh lembut bahu pasien di hadapannya.
Itulah kutipan dari novel karya Tere Liye yang telah membuatku menyadari
bahwa selama ini aku, dan mungkin kau juga telah melupakan janji Tuhan
tersebut. Janji Tuhan yang hanya bisa diberikan oleh orang-orang
tertentu saja. Hanya orang-orang tertentu saja juga yang mungkin masih
mengingat, menyadari, dan berusaha menggapai janji tersebut.
Sesungguhnya selama ini mungkin kita hanya menyadari tentang salah satu
tujuan kita hidup di dunia, yaitu untuk menggapai surgaNya. Dengan janji
Tuhan untuk memberikan semua kenikmatan surgaNya, tentang
bidadari-bidadari surga, makanan yang ada di surga, dan juga tentang
sungai-sungai yang mengalir di surga. Kita sudah terlena tentang sebuah
surga hingga kita melupakan sebuah janji Tuhan yang sungguh besar, janji
yang teramat besar. Janji yang diberikan kepada semua umat manusia
untuk menatap wajahNya.
Kita sudah melupakannya, sadar atau tidak itulah kenyataannya. Wajah-wajah dunia, seluruh pesona dunia telah menipu kita, telah
menenggelamkan kita atas semua janji palsu yang diberikan oleh dunia.
Mulai dari orang-orangnya dan juga alamnya. Orang tercantik, tertampan,
dan juga alam terindah dibumipun telah membuat kita lupa. Lupa pada
tujuan hidup yang sebenarnya.
Semoga saja kita termasuk orang-orang yang berkesempatan untuk menatap
wajahNya, menerima janjiNya, yang seketika seluruh pesona dunia akan
takluk ketika menatap wajahNya. Menatap wajah Tuhan.
suported : http://www.iampromise.win/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar