“Luna, janji ya kita bakal bertemu lagi…” sahut bocah laki-laki itu sambil memegang tangan Luna.
“Ya, aku pasti janji my dear friends… , masa sahabat meninggalkanmu begitu aja sih,gak lucu tau!!! >.<” balas Luna dengan wajah cemberut.
“Luna, ayo nak!!kita segera berangkat.” Ajak Ibu Luna.
“Ya Ma!!Aku segera ke sana ,Bye ya!!!” kata Luna sambil tersenyum kepada anak itu.
Sesaat dia mau
pergi, tiba-tiba anak laki-laki itu merangkul Luna dengan erat dan
membisikkan sesuatu di telinganya. “ Disaatku besar nanti, aku pasti
menjemputmu dan menjadikanmu sebagai istriku.” Semerbak warna merah,
merona di pipi Luna dan saat membalikkan badannya bermaksud untuk
melihatnya dengan mata kepala sendiri, apa benar ucapannya itu. Namun,
anak itu sudah pergi meninggalkan Luna. “Luna, aku pasti menjemputmu
bukan sebagai sahabat!,” seru anak itu sambil berlari.
“Apa maksud
perkataannya itu??” kata Luna dalam hati dan perkataaan tadi, terus
melekat di hati Luna samapai dia beranjak dewasa.
Awal pertemuan antara seorang aktriss berbakat dengan pemain sepakbola internasional baru saja dimulai.
***
“Pagi Lunaku
sayang!!!kamu tambah imut deh!!” sahut Kozutsumi Nancy yang merupakan
darah cempuran dari Jepang dan Inggris, wajahnya cantik, perawakannya
mulus, dan juga tingginya 178 cm, hal inilah yang menjadi nilai plus
bagi kaum adam di kelasnya.
“Weleh, weleh,
Nancy, Nancy, loe tuh gak sadar ya kalo loe tuh bak bunga di tengah
rawa.” Kata anak perempuan berkacamata , berambut panjang, hitam lurus
dan juga tak kalah populer dengan Nancy. Dialah Sakurada Minto, ketua
kelas XIS-3 saat ini dan dikagumi oleh guru-guru dan seluruh warga
sekolah atas berbagai prestasi yang telah ia cetak. Semua teman Luna
hebat-hebat orangnya, terkadang Luna merasa terintimidasi karena ia
bukan orang yang populer.
Back to percakapan
tadi. Dengan sigap, Luna langsung menoleh ke arah Nancy. Untuk melihat
wajahnya, dalam hitungan tiga, dua ,satu…
“Apa maksudmu, Min
??? Gue kagak ngerti sama sekali??” balasnya sambil memasang raut muka
polos. Nah, ini dia reaksi yang sudah diduga oleh Natsumi Luna karena
dari dulu mereka bersahabat sejak kelas 6 SD, makanya bisa tau sifat
masing-masing. “Sudah, sudah daripada mikirin itu mendongan kita foukus
dulu ke pelajaran yuk, tuh Bu Kacamata sudah datang, daripada nanti kita
dijadiin sate ma dia.” Sahut Luna dengan nada sedikit kesal karena
memang bel masuk sekolah SMA Yumana Dakoi sudah berbunyi nyaring, ya mau
tidak mau Luna harus segera mengakhiri percakapan dengan
sahabat-sahabatnya tersebut kalau mereka nggak mau dijemur di bawah
terik matahari di lapangan sekolah.
Angin sejuk, suara
kicauan burung, entah kenapa hal-hal berbau pedesaan tiba-tiba muncul
dalam benaknya. Sejenak, Luna mentup matanya sebentar dan tiba-tiba ada
bocah laki-laki. Segera ia berlari ke arah bocah tersebut, namun, bocah
itu juga lari malah lebih cepat dari Luna. "Tunggu gue, mau tanya sama
kamu." teriak Luna. Namun, teriakkan tersebut tak membuat berhenti bocah
tersebut. Luna terus berlari mengejar anak tersebutdan BRUKKK!!!. Luna
terjatuh dari tempat duduknya dan seluruh isi kelasnya menatap Luna
keheranan, untunglah saat itu pelajarannya Bu Christine, guru yang sudah
tua namun tetap rendah hati. Tapi, karena Luna telah membuat seisi
kelas gempar akan jatuhnya tersebut terkena hukumlah dia . Uuuhh...
kenapa gue harus dihukum sih, gue kan gak salah apa-apa, curcol Luna.
Tapi, bener juga seh, akukan ngelamun, tambahnya lagi sambil
ketawa-ketiwi.
"Salah sapa loe
rame, pake action jatuh dari kursi segala lagi, huuu!!"ejek Maeda Jun
dengan nada meremehkan yang duduknya berada di depanku.
"Wee...... sapa suruh juga, loe merhatiin gue, kan gak ada tulisan PERHATIIN LUNA,gak ada kan?!!" balas Luna jengkel.
"Ada tuh di jidat loe." balas Jun gak mau kalah.
Lalu, Mila nyolot juga ke Luna ." Kamseupay, eeuhhh...,hahaha"
"Emang harus bilang WOW gitu??" balas Luna gak mau kalah.
"WOOOOWW!!" kata
Mila bareng genk wownya itu , yup dia mirip banget mbe Cherry dalam film
'Yang Masih Di Bawah Umur' . Sebel,sebel,sebel 99x itulah kata-kata
yang terngiang di hati Luna upps maksudnya di kepalanya. Ingin rasanya
gue kasih mulut tuh cabe biar gak isa ngomong WOW lagi, umpat Luna.
"Sudah Lun, jangan
dengerin omongan genk gak jelas kayak gitu, mendingan sekarang loe
perhatiin perintahnnya Bu Christine tih, daripada nanti loe harus harus
dihukum berat lagi, gaka mau kan??" kata Minti yang ada benere. " Ya
deh, ya uah nanti pinjemin gue ya cataan loe, soalnya butuh nih!!" pelas
Luna. "Oke deh!"
Luna pun segera ke
perpustakaan karena dia dihukum untuk meringkas Referensi Pkn mana
bukunya tebel-tebel lagi.... Namun, saat ia mencari buku referensi buku
Pkn yang lainnya, ia menemukan buku serial drama.
"Coba ah gue baca,
ya refreshing dikit lah gak papa kan??" . Buku serial drama tentang
percintaan Romeo dan Juliet tersebut dibaca dan dihayatinya dalam
sekejap, saat itu pula Jun masuk ke perpustakaan karena memang ia
berlangganan perpustakaan setiap jam istirahat.
Tarik nafas dalam
dalam dan raut muka Luna berubah melembut sesuai dengan watak Juliet.
"Aku suka kamu Romeoku...." kata Luna dengan wajahnya yang ramah, dan
tentu saja betatapan dengan Jun Maeda yang merupakan pacar Kachito Mila,
genk wow tersebut.
suported by : http://www.iampromise.win/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar